(ini paper yg agak ringan, tp gw rasa lumayan berguna abis masi byk org yg campuradukkin hinduisme n buddhisme)
Di dalam usaha memahami karakteristik dari filsafat timur, akan sangat membantu jika kita pertama-tama membedakan antara “budaya timur” dan “filsafat timur.” Memang lahirnya filsafat timur pasti berasal budaya timur, yaitu modus berpengetahuan dan berperilaku yang ditanamkan secara turun temurun pada masyarakat timur, tetapi filsafat timur, sebagaimana apa yang selalu dilakukan oleh filsafat, tidaklah menerima begitu saja apa yang disodorkan secara tradisional. Ia melakukan kritisisme dan sistematisasi atas tradisi tersebut.
Oleh karena itu, saya lihat ketika To Thi Anh menerangkan bahwa “timur” itu lebih menekankan intuisi atau “hati” daripada rasio, maka keterangan itu hanya mungkin berlaku bagi budaya timur, tetapi bukan filsafat timur. Filsafat selalu merupakan aktivitas rasional, di mana maksud “rasional” di sini adalah ia memberikan pengetahuan yang terbuka untuk dikritik dan diperdebatkan. Kita tidak akan bisa berdebat tentang suatu pengetahuan yang intuitif, sebab kebenarannya sudah dijamin secara penuh oleh intuisi masing-masing pihak.
Read the rest of this entry »